Review & beli buku

Buku - Terusir (hamka) - Gema Insani

Rp. 35.000 *

  • * Harga jual
  • * Harga belum termasuk ongkos kirim

Dikirim dari:

 Depok, Jawa Barat

Rp. 35.000 Harga Pasaran

0% Diskon

Rp. 0 Anda Hemat

Kode getbuku: terusir-(hamka)


Informasi Buku
Terusir (hamka)

  • Judul: Terusir (hamka)
  • Penulis:
  • Penerbit: Gema Insani
  • Berat: 0.3 kg
  • Jumlah Halaman : 140 Lembar
  • Dimensi (L x P): 18.3 x 12.3 cm
  • Jenis Cover: SC
  • Kategori / Tema: Akhlak

Sinopsis atau Deskripsi Buku
Terusir (hamka)

Cerita ini berkisah tentang perjalanan cinta yang dibumbui fitnah, pengorbanan, kehilangan, dan permusuhan berliku dari adat Minang. Namun, menggunakan latar tempat di Tanah Medan, Sumatra Utara dan Kota Jakarta. Bermula dari kebencian Sang Mertua dan iparnya. Wanita sekaligus Ibu berperangai baik nan cantik bernama Mariah, terpaksa mengecap kepahitan buah dari fitnah. Azhar tega menelan mentah-mentah fitnahan yang menerpa istrinya. Mariah dituding selingkuh! Ia diusir malam hari dari rumah itu, tanpa membawa putra kecilnya, Sofyan yang tertidur pulas. Berkali-kali surat yang dituliskan Mariah pun tak pernah dibalas oleh Azhar.

Setibanya dari Tanah Suci, Haji Abdul Halim segara menasihati Azhar yang juga sahabat karibnya. Hingga mata hati sahabatnya itu tergerak untuk mencari keberadaan istrinya. Namun, pencariannya tak membuahkan hasil. Perjalanan pahit sesakkan dada justru dimulai. Mariah yang sebatang kara resah, langkahnya tak tentu arah di Kota Medan. Berlindunglah ia di rumah Pakcik Dul, kerabat ayah Mariah dulu. Meskipun Pakcik Dul baik, istrinya sangat kikir dan pencemburu berat hingga kembali terusirlah dia. Kemudian, tibalah Mariah di Tanah Jawa bersama keluarga Van Oost yang murah hati. Ia bekerja sebagai Babu (pembantu rumah tangga). Hingga keluarga itu sudah makmur, lalu kembali ke negeri asal di Eropa tanpa membawa Mariah dan pembantu rumah tangga lainnya.

Mariah kembali melangkah tak tentu arah di Jakarta. Di tengah perjalanan, Yasin yang sama-sama bekerja di rumah keluarga Belanda itu ingin memperistri Mariah. Impian untuk kembali bahagia sirna tatkala tabiat Yasin yang tak disangka demikian buruknya. Suka berjudi, mencuri, keluyuran malam hari hingga membuat Mariah makan hati! Pernikahan mereka tak bertahan lama. Wanita berparas cantik itu kembali teringat pada anak yang dirindukannya sekaligus kecewa berat pada Azhar. Putus asa, sesak kian menerpa perasaannya. Mata hati semakin gelap, segelap nasibnya kini. Tak ada pilihan! Masuk dalam sarang kehinaan terpaksa ditempuhnya, demi menyambung hidup yang telanjur hancur. “Neng Sitti”, itulah panggilannya kini sebagai wanita lacur.

Alur yang menyentak emosi tentang kesengsaraan Mariah, tak dikisahkan lagi setelah ini. Selanjutnya, Hamka mengisahkan tokoh dari sudut pandang lain. Dialah Sofyan, putra kecil Mariah yang kini sudah dewasa. Demi menuntut ilmu hukum di perguruan tinggi, sampailah ia di Jakarta. Sofyan pun menjalin cinta dengan seorang gadis cantik asli Priangan bernama Emi.

Wirja memiliki dendam kesumat pada Emi dan Sofyan, sebab lamaran cintanya ditolak oleh ayah Emi, Raden Suta. Ketergesaan cinta semu belaka, membuat Wirja menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan Sofyan. Berbagai fitnah keji pun diberikannya melalui gadis “kupu-kupu malam” bernama Flora. Siasat itu pun gagal, membuat Wirja marah sejadi-jadinya pada Flora di sebuah bilik lokalisasi remang-remang Jakarta.

Di tempat itulah Wirja bertemu “Neng Sitti”, wanita yang kini sudah tua. “Neng Sitti” begitu marah saat mengetahui Sofyan yang terkenal sebagai pengacara muda, sekaligus anak kandungnya dijadikan target kejahatan. Ada pula sebuah rahasia “Neng Sitti” yang diketahui Wirja. Pertumpahan darah tak dapat dihindari. “Neng Sitti” alias Mariah harus masuk jeruji besi karena membunuh pemuda penuh siasat jahat itu.

Kemudian, Hamka menyisipkan kejutan dengan mengisahkan Sofyan yang ditunjuk oleh Mahkamah Agung untuk membela kasus “Neng Sitti”. Di sinilah, konflik menemui klimaksnya. Rasa penasaran kita semakin menggebu. Menanti apa yang terjadi selanjutnya. Lalu, bagaimanakah kelanjutan kisah antara ibu dan anak ini? Seperti apa sambungan nasib Azhar? Berakhir seperti apakah, kisah perjalanan hidup wanita sekaligus Ibu berperasaan halus bernama Mariah ini? Kelanjutan ceritanya hanya dapat Anda temukan dalam Novel Terusir. Mahakarya sastra Melayu, terlahir dari goresan tangan Buya Hamka yang sedang ditunggu-tunggu.

Dengan kepiawaiannya, Penulis sekaligus Ulama ini meracik alur konflik yang begitu kompleks. Tentunya, membuat kita semakin penasaran mengetahui alur selanjutnya. Sebentar-sebentar menengangkan, mengharukan, membuat emosi, kadang ada kejenakaan, dan keromantisan. Alurnya bergelombang, memainkan perasaan pembaca sehingga tidak membosankan.

Penggunaan gaya bahasa Melayu dalam novel ini, membuat suasana Tanah Sumatra terasa semakin kental. Dengan sajian latar waktu zaman Hindia-Belanda, novel ini mengantarkan kita pada masa 1930-an yang klasik erat dengan penjajahan. Berbalut cover berwarna biru, membuat kita semakin mengharu biru seperti alur cerita yang dibuat Hamka dalam novel ini. Novel yang sarat dengan adat, budaya, cinta, keluarga, permusuhan, dan pengorbanan ini sangat layak Anda miliki. Yuk, petik hikmah yang tersimpan, seraya abadikan kisah dan amalkan dalam kehidupan!


Buku "Terusir (hamka)" ini, diterbitkan oleh Gema Insani dengan ketebalan halaman sekitar 140 lembar. Ukurannya 18.3 x 12.3 cm dan beratnya kira-kira mencapai 0.3 kg (kurang lebih). Buku ini memiliki sampul jenis SC, yaitu Soft Cover yang merupakan jilid kertas biasa (tipis), sehingga lebih ekonomis dan harga buku relatif lebih murah. Buku ini cukup berbobot, bermanfaat sebagai referensi pendidikan dan pelajaran yang mencakup (bertajuk) seputar Akhlak.