Review & beli buku

Buku - Kemenangan Mimpi - Gema Insani

Rp. 39.000 *

  • * Harga jual
  • * Harga belum termasuk ongkos kirim

Dikirim dari:

 Depok, Jawa Barat

Rp. 39.000 Harga Pasaran

0% Diskon

Rp. 0 Anda Hemat

Kode getbuku: kemenangan-mimpi


Informasi Buku
Kemenangan Mimpi

  • Judul: Kemenangan Mimpi
  • Penulis:
  • Penerbit: Gema Insani
  • Berat: 0.3 kg
  • Jumlah Halaman : 144 Lembar
  • Dimensi (L x P): 18.3 x 12.3 cm
  • Jenis Cover: SC
  • Kategori / Tema: Muamalah

Sinopsis atau Deskripsi Buku
Kemenangan Mimpi

Kami meraih kemenangan bukan setelah pertempuran. Kami meraih kemenangan jauh sebelum itu. Kami telah meraih kemenangan semenjak kami bermimpi.

Demikian kutipan menarik dari buku Kemenangan Mimpi karya Fauzan Muttaqien ini. Mimpi adalah awal dari kemenangan. Bahkan, mampu kita dapatkan ketika segala daya dan upaya belum dikerjakan. Ya, hanya dari mimpi, realita begitu dekat dan kemenangan sudah digenggaman. Penulis yang akrab disapa Akin ini, memaparkan ide-ide briliant tentang berharganya sebuah imajinasi, impian, dan kemenangan seperti apa yang sejatinya kita raih.

Impian dan imajinasi yang dimaksud Penulis pun bukan sekadar larut di dalamnya, melainkan juga bagaimana cara kita menjadikannya kenyataan. Di buku ini, Akin membuat analogi pembahasannya dengan sebuah perjalanan cerita. Hal ini sangat unik dan berbeda dari gaya penyampaian di buku-buku lain. Bermula dari cerita perjalanannya bersama seorang teman bernama Ucup, Akin menjejaki kisahnya dalam memahami arti kemenangan sejati.

Bermodalkan ‘mesin ke mana saja’, Akin dan Ucup menjelajah perjalanan yang membawa mereka ke berbagai peristiwa penuh pelajaran hidup. Ya, berawal dari peristiwa Ucup yang salah diantarkan oleh sopir taksi ke tempat warga yang sedang bentrok. Sebenarnya, ini bukan salah sang sopir. Ini murni salah si Ucup. Mengapa? Saat minta diantarkan oleh sopir taksi itu, Ucup hanya bilang pergi ke tempat yang ramai di Jakarta. Berpikir sejenak hingga melajukan taksinya, si sopir akhirnya mengantarkan Ucup ke tempat itu. Memang ramai sesuai permintaan si Ucup, namun bukan itu yang dimaksudnya.

Akin yang bertemu Ucup di terminal busway, menanyakan apa yang telah terjadi. Ucup pun menceritakan singkat. Akin berpikir, kisah Ucup tadi sama saja dengan ketika kita berdoa pada Allah. Jangan salahkan Allah jika Dia mengantarkan hidup kita sampai sini dan sampai di masa depan nanti. Jangan-jangan memang kitanya yang tidak jelas saat meminta harapan dalam doa. Ya, sama halnya dengan si Ucup yang asal-asalan saat minta diantarkan oleh sopir taksi.

Perbincangan Akin dan Ucup terhenti, ‘mesin ke mana saja’ lantas membawa mereka ke tempat syuting film kartun Spongebob. Di sana, mereka belajar soal hebatnya imajinasi. Imajinasi jauh lebih canggih dari televisi mutakhir, LCD proyektor, atau sound system tercanggih sekalipun. Imajinasi adalah kemampuan menghadirkan masa depan dari penglihatan masa kini.

Perjalanan selanjutnya mereka jejaki dalam kisah Udin dan Amat yang berangkat ke kota A dan Kota B. Keduanya sama-sama berangkat dari tempat yang sama, namun hanya Udin yang berhasil sampai hingga ke kota B, sedangkan Amat hanya berhenti di kota A. Mengapa? Padahal waktu dan persiapan yang ditempuh sama. Udin terus berusaha melakukan perjalanan untuk sampai di kota B. Amat sudah langsung merasa puas saat mencapai kota a.

Ya, ini sama halnya dengan ketika kita bermimpi dan berusaha mencapai sesuatu. Meskipun segala mimpi, persiapan, dan tujuanya sama, tak semua orang mampu mencapainya. Mengapa? Karena masing-masing orang memiliki kepuasan diri yang berbeda. Maka dari itulah, jangan tanggung-tanggung kalau bermimpi. Jangan cepat puas. Terus melangkah hingga apa yang kita impikan bisa tercapai meskipun banyak risiko yang harus dihadapi.

Ya, lagi-lagi ‘mesin ke mana saja’ membawa Akin dan Ucup dalam kisah selanjutnya. Singgah di Desa Konoha (kampungnya Naruto Uzumaki), membuat Akin dan Ucup sedikit bingung. Kali ini Naruto ikut membahas soal impian bersama Akin dan Ucup. Naruto memiliki tekad yang kuat ingin menjadi Hokage, seperti halnya dalam cerita film kartunnya. Berdasarkan keterangan Naruto, ternyata impian menjadi Hokage adalah seperti setengah bagian dari tubuhnya. Yang dapat memahami mimpi kita adalah tubuh kita sendiri. Meski banyak orang yang menyepelekan mimpi itu, kita harus tetap mengejarnya karena ia adalah bagian dari tubuh kita. Ya, dari perbincangan dengan Naruto, Akin dan Ucup dapat pelajaran hidup lagi soal impian.

‘Mesin ke mana saja’ masih belum berhenti membawa Akin dan Ucup menuju perjalanan berikutnya. Mesin yang satu ini siap mengantarkan Akin dan Ucup menemukan arti kemenangan mimpi yang sesungguhnya. Ya, mesin ini selalu siap meskipun kadang suka error dan rusak. Kalau boleh kasih bocorannya, setelah singgah di desa Konoha, mereka akan dibawa ke pertandingan antara Kelinci dan Kura-Kura, menjelajah di dunia fakultas mimpi, dan seterusnya.

Di setiap perjalanan cerita ini, Akin dan Ucup akan menemukan pelajaran berharga dan pengalaman unik tentang kemenangan mimpi. Dijamin kita tidak akan bosan membaca buku ini sampai tuntas, sebab Fauzan Muttaqien menuliskannya dengan gaya khas yang kocak, santai, tapi berisi. Pokoknya, buku ini recomended terutama untuk para remaja yang sedang merajut asa menuju masa depan. Kelanjutan perjalanan Akin dan Ucup bersama ‘mesin ke mana saja’, hanya bisa kita temukan dalam buku Kemenangan Mimpi.


Buku "Kemenangan Mimpi" ini, diterbitkan oleh Gema Insani dengan ketebalan halaman sekitar 144 lembar. Ukurannya 18.3 x 12.3 cm dan beratnya kira-kira mencapai 0.3 kg (kurang lebih). Buku ini memiliki sampul jenis SC, yaitu Soft Cover yang merupakan jilid kertas biasa (tipis), sehingga lebih ekonomis dan harga buku relatif lebih murah. Buku ini cukup berbobot, bermanfaat sebagai referensi pendidikan dan pelajaran yang mencakup (bertajuk) seputar Muamalah.