Review & beli buku

Buku - Keadilan Sosial Dalam Islam - Gema Insani

Rp. 50.000 *

  • * Harga jual
  • * Harga belum termasuk ongkos kirim

Dikirim dari:

 Depok, Jawa Barat

Rp. 50.000 Harga Pasaran

0% Diskon

Rp. 0 Anda Hemat

Kode getbuku: keadilan-sosial-dalam-islam


Informasi Buku
Keadilan Sosial Dalam Islam

  • Judul: Keadilan Sosial Dalam Islam
  • Penulis:
  • Penerbit: Gema Insani
  • Berat: 0.5 kg
  • Jumlah Halaman : 216 Lembar
  • Dimensi (L x P): 20.5 x 14.5 cm
  • Jenis Cover: SC
  • Kategori / Tema: Sosial Politik

Sinopsis atau Deskripsi Buku
Keadilan Sosial Dalam Islam

Islam adalah rahmatan lil alamiin, rahmat bagi seluruh alam. Segala lini kehidupan manusia diatur oleh Islam, termasuk sisi harta dan perekonomian. Sesuai dengan fitrahnya, manusia mempunyai nafsu untuk memiliki sesuatu dalam jumlah yang banyak, termasuk dalam hal harta. Agar tidak terjadi ketimpangan sosial dan terwujudnya keadilan sosial di masyarakat Islam mengatur hasrat manusia itu. Harta secara hak milik perseorangan dan milik bersama, milik masyarakat atau miliki negara diatur dalam Islam.

Dalam buku Keadilan Sosial dalam Islam, Hamka memulai penjabaran tentang perwujudan keadilan sosial menurut Islam dengan pendirian negara dan pemerintahan sebagai cara untuk mewujudkannya. Selama tiga belas tahun, Rasulullah menanamkan nilai-nilai dasar ketauhidan di Mekah sebelum hijrah ke Madinah dan membangun negara Islam. Hal itu berarti untuk mendirikan masyarakat atau negara haruslah dari dalam jiwa yang bersih. Segala hawa nafsu manusia yang menjadi fitrah dirinya diatur dan diberikan tata cara yang baik untuk menyalurkannya.

Dengan adanya negara dan pemerintahan, otomatis akan muncul pemimpin atau imam yang memimpin rakyat. Setelah pemimpin tersebut dipilih oleh rakyat dan diberikan amanah untuk mengurus hajat hidup rakyat, rakyat haruslah taat kepada pemimpin selama pemimpin tersebut tidak menyuruh kepada menyekutukan Allah dan berbuat zalim. Jika pemimpin tersebut menyuruh menyekutukan Allah, berbuat kezaliman, dan tidak memerhatikan kepentingan rakyat dan mementingkan kepentingan golongan, haruslah ada sebagian orang yang meluruskan dan mengingatkan pemimpin tersebut agar kembali menjalankan amanah sesuai dengan aturan. Bentuk pemerintahan yang digunakan negara masing-masing diserahkan kepada masyarakat negara tersebut. Satu negara dengan negara yang lain tidaklah sama. Hal yang terpenting yang harus selalu diperhatikan adalah tetap berada pada jalur syariah dan tetap memberlakukan syura atau musyawarah dengan melibatkan rakyat.

Berdirinya pemerintahan adalah untuk menjamin kebebasan dan kemerdekaan setiap warga masyarakatnya. Setiap manusia bebas dan merdeka selama hal yang utama sudah dipegang dengan kuat, yaitu kalimat tauhid: Laa ilaaha illallaah. Dalam Islam, kemerdekaan manusia terhimpun dalam kekuasaan Allah. Sejatinya kemerdekaan yang sehat memiliki hak dan kewajiban. Semua merdeka dalam garis aturan yang telah Allah tetapkan. Dengan kebebasan dan kemerdekaan setiap individu yang disertai hak dan kewajiban, keadilan harus benar-benar ditegakkan oleh pemerintahan. Dalam hal ini, seorang hakim harus benar-benar adil dalam memutuskan sesuatu. Sekalipun yang bersalah adalah seorang pejabat negara, ketika ia melanggar hukum, ia pun harus dihukum.

Setelah membahas negara dan pemerintahan, hakim yang adil dan jujur, keadilan yang ditegakkan, pembahasan masuk ke dalam tema pengaturan harta dalam Islam, baik secara personal maupun komunal. Islam menganjurkan manusia untuk memperoleh kekayaan, untuk digunakan sebagai sarana dalam beribadah. Harta bukan sebagai tujuan. Pada hakikatnya, harta yang dimiliki adalah milik Allah, yang Allah berikan kepada manusia untuk diatur dengan sebaik-baiknya dan penuh keadilan sehingga hak personal dan hak komunal dapat terpenuhi. Dijelaskan pula berbagai pintu masuk sumber harta dari berbagai sektor usaha, antara lain berburu, bertani, pertambangan, niaga, pekerja, warisan, dan zakat.

Satu hal yang sangat penting untuk dihindari oleh manusia dalam mencari harta adalah riba. Islam sangat melarang adanya riba dalam usaha apa pun dan memperingatkan bahaya riba. Selain riba yang dilarang oleh Islam adalah spekulasi atau mengumpulkan barang, terutama jenis barang komoditi yang diperlukan oleh masyarakat dan penting dalam hajat hidup orang banyak, demi keuntungan pribadi atau kelompok tertentu.

Tidak hanya menjelaskan asal sumber harta yang halal, tetapi Islam juga mengatur pintu keluar, ke mana harta itu boleh dibelanjakan. Hal itu diatur agar manusia tidak terjebak dalam sifat boros dan bakhil, dan riya. Harta sejatinya adalah milik Allah dan dari Allah, karena itu, harta yang telah Allah berikan pun harus dibelanjakan dan diatur sesuai dengan ketentuan Allah agar tercipta keadilan sosial dan terpenuhi hak personal juga komunal.

Jalan yang telah Allah berikan adalah dengan zakat, rukun Islam yang ketiga. Zakat adalah hak masyarakat atas perseorangan. Ada aturan, nishab dan haul untuk setiap jenis harta, mulai dari zakat pertanian, hingga zakat emas. Diatur pula dalam Islam, orang-orang yang berhak menerima zakat. Selain zakat, ada pula sedekah. Dengan berzakat dan bersedekah, manusia diajarkan untuk tidak terlalu mencintai harta dan tidak menjadkan harta sebagai tujuan, melainkan harta sebagai sarana, dan juga mengingatkan bahwa harta sejatinya adalah milik dan pemberian Allah. Uang hak masyarakat tersebut tidaklah boleh digunakan untuk kepentingan pribadi. Ia harus disalurkan sesuai haknya. Untuk mengatur uang zakat dan sedekah tersebut, ada lembaga yang mengaturnya. Lembaga tersebut adalah Baitul Maal.

Perekonomian suatu bangsa menjadi salah satu faktor penentu kemajuan bangsa tersebut dalam berbagai bidang. Kondisi perekonomian yang baik akan menunjang kehidupan yang baik pula bagi masyarakat suatu bangsa. Islam telah mengatur dan memberikan pedoman bagi manusia agar dapat mengelola segala yang ada dengan baik dan sesuai dengan fitrah yang telah Allah berikan untuk mencapai kehidupan yang adil, makmur, sejahtera, aman dan tenteram. Tidak ada hak-hak yang tidak terpenuhi dan tidak ada kewajiban yang dilalaikan. Segala kaum minoritas maupun mayoritas mendapatkan haknya dan menjalani kewajibannya. Semua itu harus dilandasi dengan keimanan kepada Allah semata. Segala yang terdapat dalam Islam pun tidak hanya berlaku untuk umat Muslim saja, tetapi untuk segala umat manusia karena Islam adalah rahmatan lil alamiin. Nabi Muhammad diutus oleh Allah untuk menjadi rahmat bagi semesta alam (al-Anbiyaa’: 107).


Buku "Keadilan Sosial Dalam Islam" ini, diterbitkan oleh Gema Insani dengan ketebalan halaman sekitar 216 lembar. Ukurannya 20.5 x 14.5 cm dan beratnya kira-kira mencapai 0.5 kg (kurang lebih). Buku ini memiliki sampul jenis SC, yaitu Soft Cover yang merupakan jilid kertas biasa (tipis), sehingga lebih ekonomis dan harga buku relatif lebih murah. Buku ini cukup berbobot, bermanfaat sebagai referensi pendidikan dan pelajaran yang mencakup (bertajuk) seputar Sosial Politik.