Review & beli buku

Buku - Hikmah Berserak Dari Bumi Gaza Palestina - Gema Insani

Rp. 43.000 *

  • * Harga jual
  • * Harga belum termasuk ongkos kirim

Dikirim dari:

 Depok, Jawa Barat

Rp. 43.000 Harga Pasaran

0% Diskon

Rp. 0 Anda Hemat

Kode getbuku: hikmah-berserak-dari-bumi-gaza-palestina


Informasi Buku
Hikmah Berserak Dari Bumi Gaza Palestina

  • Judul: Hikmah Berserak Dari Bumi Gaza Palestina
  • Penulis:
  • Penerbit: Gema Insani
  • Berat: 0.3 kg
  • Jumlah Halaman : 192 Lembar
  • Dimensi (L x P): 20.5 x 14.5 cm
  • Jenis Cover: SC
  • Kategori / Tema: Muamalah

Sinopsis atau Deskripsi Buku
Hikmah Berserak Dari Bumi Gaza Palestina

Buku ini berisi hikmah-hikmah penting yang diperoleh penulis ketika mengunjungi Gaza. Sebuah perjalanan ruhiyah yang mengesankan yang tidak akan pernah terlupakan . Memasuki Gaza memang bukan perkara mudah. Apalagi saat itu rezim Mubarak sedang berkuasa di Mesir. Akses masuk Gaza dari Mesir, yaitu pintu Rafah, tidak dibuka oleh pemerintah Mesir saat itu. Arogansi pemerintah Mesir dengan menutup pintu perbatasan sempat menimbulkan bentrokan kecil dengan para peserta Gaza Freedom March (halaman 61). Barulah saat pemerintahan rezim Housni Mubarak berakhir, penulis bersama rombongan bisa masuk ke Gaza. Sesudah memasuki pintu Rafah, mereka diantar ke hotel dengan mobil yang cukup bagus. Rupanya mobil tersebut adalah sumbangan kaum muslimin di Afrika yang dimasukkan ke Gaza lewat terowongan (halaman 69).

Sejarah singkat tanah Palestina dipaparkan dengan baik di awal buku agar para pembaca yang masih awam dengan daerah yang penuh berkah itu bisa memahami apa yang sebenarnya terjadi di sana. Meskipun singkat, pemaparan sejarah Palestina dalam buku ini sejak zaman para nabi berjalan di tanah tersebut hingga kini cukup memadai. Konflik antara para penduduk Palestina dengan tentara Zionis Israel, termasuk peristiwa Intifadha dan dampaknya bagi eksistensi Zionisme, juga dijelaskan supaya kaum muslimin mengerti siapakah yang sebenarnya menjadi musuh saudara-saudara mereka di sana.

Al Qur'an memang merupakan sumber utama kekuatan penduduk Gaza. Mulai dari perdana menteri, pejabat pemerintahan hingga rakyat biasa banyak yang telah mampu menghafal Al Qur'an. Perdana Menteri Palestina sendiri, Ismail Haniya, adalah seorang hafizh Qur'an dan memiliki sanad hafalan hingga Rasulullah SAW. Dari data Asia Pacific for Palestine, dari sekitar 20 ribu orang penghafal Al Qur'an di sana sebagian besar terdiri dari anak-anak. Namun, mereka yang sudah dewasa dan berusia matang pun, termasuk dari kalangan ibu rumah tangga, banyakuula yang berhasil menghafal Al Qur'an. Seorang ibu rumah tangga bernama Fatiyah Ghayos berusia 57 tahun adalah salah satu dari mereka (halaman 90). Ibu yang buta huruf ini baru mulai menghafal Al Qur'an pada usia 50 tahun namun karena kecintaan beliau yang besar pada kitab suci tersebut, beliau mampu menghafalnya hanya dalam waktu 6 tahun. Maka, tidak mengherankan ketika penulis buku ini mengunjungi pusat rehabilitasi orang-orang yang cacat karena serangan kaum Zionis, tidak ada sedikitpun gurat kesedihan dalam wajah mereka. Padahal, banyak diantara mereka yang sudah buntung kakinya atau buta matanya, bahkan ada pula yang bola matanya sudah tidak ada (halaman 73 dan halaman 107).

Menurut ibu Nurjanah, penulis buku ini, menggalang opini jauh lebih penting daripada menggalang dana. Orang yang sudah memahami dengan baik situasi di Gaza akan dengan sukarela memberikan apa yang mampu mereka berikan, baik waktu, tenaga ataupun dana. Namun kenyataan membuktikan bahwa ketika beliau melakukan sosialisasi tentang kondisi di Gaza, selalu saja ada dana yang masuk untuk disalurkan ke sana. Mulai dari ibu-ibu peserta majelis taklim hingga para seniman berpenampilan nyentrik semuanya tergugah untuk membantu Gaza semaksimal mungkin yang mereka mampu. Bahkan ada pula seorang ibu yang menyerahkan uang 100 ribu rupiah yang telah dia tabung selama 3 bulan (halaman 116).Pemuda dan remaja pun tidak mau ketinggalan, terbukti dengan membeludaknya peserta acara Love For Gaza di Tangerang hingga lebih dari 600 orang. Dalam acara tersebut terkumpul dana sekitar 15 juta rupiah untuk Gaza (halaman 115 - 116).

Di bagian akhir buku ini dipaparkan tentang prediksi atas peristiwa-peristiwa mengerikan yang akan datang di akhir zaman nanti. Bagaimana Bumi Syam yang penuh berkah itu akan menjadi ajang pertarungan sengit antara kekuatan haq melawan kekuatan bathil. Bagaimana akhirnya nasib Zionisme dan mereka yang bersekutu dengannya sesudah kemenangan dianungerahkan oleh Allah SWT kepada umat Islam juga dijelaskan secara gamblang.

Buku ini menjadi penting untuk dibaca dan dipahami karena sesungguhnya ada hak-hak penduduk Gaza pada diri kita. "Kewajiban kalianlah yang memberikan informasi ini kepada dunia internasional agar blokade kami dilepas" demikian kata mereka (halaman 76). Kita memang belum bisa berharap banyak pada pemerintahan di negara-negara muslim yang ada saat ini. Banyak diantara pemerintahan negara-negara tersebut yang terkungkung ego dan kepentingannya masing-masing (halaman 83). Beruntung masih banyak perkumpulan dan LSM yang peduli pada Gaza, terbukti dengan adanya Freedom Gaza March yang diikuti penulis buku ini (halaman 83). Buku ini juga dilengkapi dengan galeri foto di Gaza serta scan dari dua buah surat yang ditulis anak-anak Gaza untuk para saudaranya di Indonesia.


Buku "Hikmah Berserak Dari Bumi Gaza Palestina" ini, diterbitkan oleh Gema Insani dengan ketebalan halaman sekitar 192 lembar. Ukurannya 20.5 x 14.5 cm dan beratnya kira-kira mencapai 0.3 kg (kurang lebih). Buku ini memiliki sampul jenis SC, yaitu Soft Cover yang merupakan jilid kertas biasa (tipis), sehingga lebih ekonomis dan harga buku relatif lebih murah. Buku ini cukup berbobot, bermanfaat sebagai referensi pendidikan dan pelajaran yang mencakup (bertajuk) seputar Muamalah.